SANG TIKUS BERDASI
- The Trueness Troops

- Apr 15, 2021
- 1 min read
Di Negeri ini aku berdiri Dimana iri hati menjulang tinggi Para penghianat yang tak tahu diri Yang sudah tak punya hati nurani
Oh tuhanku Rencana apa yang telah kau atur bagiku Apakah aku bisa melewati itu? Atau mati karena bedebah itu?
Bagai neraka hidupku terasa mulut tak dapat lagi berkata Badan tak dapat lagi bekerja Dan hati yang sudah tak berselera
Mulut tak dapat berkata fakta Badan tak merasakan halalnya harta Dan hati yang terlanjur sakit karena mereka para bedebah yang serakah akan tahta
Siapakah gerangan bedebah itu? Mereka adalah para tikus berdasi Yang mencuri harta para rajawali Dan tak memiliki harga diri
Katanya Indonesia merdeka Namun mengapa banyak rakyat yang terluka? Karena ulah bedebah Yang menghianati pak Soekarno Hatta
Keadaan ini membuatku heran Apakah sang ketua telah melakukan tindakan ? Walau hanya sekedar pengawasan Meski tak sampai menggunakan senapan
Sungguh kasihan nasib rakyat jelata Ketika melakukan kesalahan Tak memperoleh kesempatan untuk menjelaskan fakta Melainkan memperoleh penindasan
Lalu bagaimana dengan para bedebah? Gampang saja itusemua bagi mereka Hanya menyumpal penghianat dengan harta Membuat semua tercengang “wah”
Sang kancil ayolah bangkit! Negeri ini sudah banyak para tikus berdasi didukung oleh rubah yang tak punya hati yang meremehkan para petarung sejati
Katanya Indonesia negeri majemuk Namun mengapa masih banyak yang mengamuk? Katanya indonesia negara kesatuan Namun mengapa terjadi perpecahan?
Oh tuhan, Aku merindukan keelokan negeriku ini Keelokan yang melebihi keelokan bunga matahari Ayolah! Tunjukan jati dirimu Wahai tanah airku Indonesia
Sebuah puisi oleh Cahaya




Comments