CURSE DIARY
- The Trueness Troops

- Apr 15, 2021
- 6 min read
Suatu malam, di sebuah kota.
Ceklek
Suara pintu terbuka dan memperlihatkan dua orang remaja perempuan kembar yang tampak lusuh dan kacau, "Nak, kalian dari mana kenapa kalian sangat kacau?" tanya sang ibu yang sedang memasak tetapi tak dihiraukan oleh keduanya, mereka lebih memilih menuju ke kamar mereka di lantai atas.
Setelah memasak sang ibu langsung memanggil kedua putrinya, "Ayyan." Tak ada jawaban, "Ayyan." Tetap tak ada jawaban, akhimya ia memutuskan untuk pergi ke kamar anak-anaknya, sesampainya ia di depan pintu kamar sang anak, ia mengetuk pintu terlebih dahulu namun tak ada respons, lalu ia pun mencoba membuka pintunya tetapi terkunci, sang ibu pun berpikir mungkin anak-anaknya telah tertidur mengingat waktu juga sudah malam, dan akhimya ia memutuskan untuk kembali ke bawah namun disaat membalikkan badannya tiba-tiba terciumbau amis dan ia sangat tahu bau itu, itu adalah bau darah, merasa ada hal buruk yang terjadi di dalamkamar kedua putrinya, sang ibu pun memanggil suaminya untuk membukakan pintu kamar anak-anak mereka.
Dan saat pintu kamar terbuka mereka tidak melihat kedua putri mereka ada dalam kamar itu, dan atensi mereka berpindah ke kamar mandi milik anak-anaknya, dan tanpa pikir panjang sang ayah pun benusaha membuka pintu kamar mandi itu dan saat terbuka, awalnya penglihatan mereka sedikit terganggu karena lampunya mati-hidup mati-hidup dan saat sang ayah memperbaiki tombol lampu kamar mandi ia terkaget karena tiba-tiba sang istri berteriak histeris, dan saat ia membalikkan badan betapa terkejutnya ia karena di hadapannya kedua putri nya telah mati bunuh diri, sang kakak (Ayyana) mati tergantung dengan leher atas terlihat seperti tergores dan mengeluarkan darah dan sang adik (Ayyane) mati dengan urat nadi terpotong dan dalamkeadaan berbaring di bathub yang terisi sedikit air dan saksi bunuh diri kedua gadis itu ada sebuah buku diari yarg ditengah sebuah cemin sebuah petagram mengelilinginya.
10 tahun kemudian.
Ada seorang gadis remaja yang berpenampilan seperti seorang kutu buku sedang di-bully oleh geng gadis remaja yang beranggotakan lima orang dan mereka terkenal di sekolah itu dan gadis kutu buku di-bully di kelas, dan saat itu adalah waktu istirahat jadi kelas sepi dan mereka mem -bully muid itu sampai bel masuk berbunyi, dan beberapa menit kemudian bel jammasuk pun berbunyi dan para pembully itu pun pergi meninggalkan gadis yang bemama Emma itu dengan keadaan sangat berantakan, tidak ada yang berani membela Emma karena ketua para pembully itu keluarga nya adalah donatur terbesar untuk sekolah itu.
Bel sekolah pun telah berbunyi, dan itu menunjukkan jam sekolah pun telah berakhir. Emma pun memutuskan untuk pulang dan tanpa sadari sedang mencarinya, ia mengetahuinya karena terdengar dari suara langkah kaki mereka, dan saat Emma sedikit bergerak tak sengaja bahu nya menyenggol sebuah kotak, dan di dalam kotak itu berisi sebuah | buku, Emma pun mengambil buku itu dan membuka sampulnya dan di halaman pertama buku itu tertulis " DIARY SI KEMBAR" dan tanpa Emma sadari ia telah mengaktifkan kutukan yang sangat mengerikan bagi para pembully dan anak nakal, dan disaat Emma akan membuka halaman berikutnya, tiba-tiba ada suara seperti ingin mendobrak pintu kamar itu emma pun langsung menutup buku itu dan membekammulut nya sendiri dengan tangannya.
Sedangkan di tempat lain, salah seorang dari preman itu sedang memeriksa halaman belakang rumah kosong itu, dan atensi mengarah ke sebuah sebuah sumur yang sudah menjadi sumur mati, ia pun memutuskan untuk beristirahat sejenak, ia duduk di pinggiran sumur sambil merokok, dan disaat ia mengisap rokoknya tiba-tiba terdengar suara samar-samar yang mengatakan" M-A-T-I" dan suara itu muncul beberapa kali sampai akhimya berhenti, dan disaat pria itu ingin membuang asap rokok dan berniat mlutnya ia merasa kalau mulut nya tak bisa ditutup dan malahan mulut nya melebar dan tiba-tiba muncul sebuah tangan dari mulutnya dan mencengkeram wajah pria itu, pria itu pun ingin menarik tangan itu tapi karena tubuh nya tiba-tiba kaku jadi ia tak bisa melakukannya, dan tak berselang lama tiba-tiba muncul beberapa tangan mncul dari dalam sumur dan langsung menariknya ke dalamsumur, sedangkan di halaman depan, rekan dari pria tadi sedang menuntaskan hajatnya (B.A.B) di balik semak-semak, disaat ia tengah asik menikmatinya tanpa ia sadari ada rambutnya menjuntai dari atas pohon dan perlahan melilit leher pria itu tapi entah kenapa ia tak merasa kan apa-apa dan setelah selesai rambut itu melilit laher baru lah pria itu merasakan ada yang mencengkram lehemya tapi terlambat rambut itu pun langsung menariknya ke atas pohon.
Sedangkan di dalam numah lebih tepatnya di lantai bawah seorang pria seorang pria tengah mengecek sekitar lantai bawah dan sampai akhimya atensi pria itu berakhir di kamar mandi lantai bawah dan tanpa pikir panjang ia pn pergi kamar mandi itu, ia pun membuka pintu kamar mandi itu dan ia pun melihat-lihat kamar mandi tapi karena ia rasa kamar mandi itu kosong ia memutuskan untuk menutupnya kembali tapi ia niatnya itu ia batalkan setelah melihat bahwa gorden bathub dalam keadaan menutup ia pun memutuskan untuk mengecek bathub itu dan disaat ia membuka gorden itu temyata tak ada apa-apa, dia pun kesal, tapi dengan bodoh nya ia berpikir kalo Emma bersembunyi dengan cara menenggelamkan diri di air bathub yang sudah kotor dan berwama hitam, ia pun mendekat kan kepalanya ke air bathub itu dan disaat ia sedang sibuk mengamati air bathub itu tiba-tiba ada sepasang tangan yang menarik kepala pria itu kedalam bathub dan badan pria itu pun ikut masuk kedalam bathub, sedangkan di lantai atas salah satu dari empat preman itu sedang berusaha membuka pintu kamar lantai atas dan akhimya pintu itu berhasil terbuka dan pria itu mulai mengecek kamar mandi dan ia tak menemukan apa-apa dan ia pun memutuskan untuk mengecek lemari, Emm yang sedang bersembunyi di dalam lemari pun mulai ketakutan karena ia mendengar langkah kaki pria itu seperti mendekat ke arah lemari tempat ia bersembunyi, dan disaat pria itu ingin membuka pintu lemari tiba-tiba muncul sepasang tangan muncul di belakang kepala pria itu dan langsung mematahkan leher pria itu, dan setelah itu jasad pria itu ditarik ke atas, Emma yang bersembunyi di lemari memutuskan untuk mengintip keadaan di luar lemari karena merasa sudah tak ada pergerakan, ia pun memutuskan keluar dari lemari, setelah keluar dari lemari Emma mulai mengecek dari jendela kalau di luar ada orang atau tidak dan karena merasa kalau area halaman rumah itu aman ia memtuskan untuk mengecek bagian lantai bawah dan disaat Emma mengecek ia pun tak menemukan seorang pun di situ dan setelah itu ia langsung memutuskan untuk langsung pulang dan tak lupa ia membawa buku diari yang ia temukan disaat Emma akan menutup kembali pintu depan tanpa ia sadarl ada dua sosok yang menatap kepergian Emma dengan tatapan kosong.
Sesampainya Emma di rumahnya ia largsung berlari ke kamar nya dan menghiraukan panggilan sang ibu, dan sesampainya ia di kamar langsung meletakkan buku diari yang ia bawa di atas meja belajar dan ia lekas- lekas ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena keadaan saat pulang benar-benar kacau dan berantakan dan setelah ia selesai mandi ia pun pergi ke nuang makan untuk makan bersama ayah dan ibunya, selesai makan Emma pun memutuskan untuk kembali ke kamamya, sesampainya ia di kamar ia langsung menuju ke meja belajar dan memutuskan untuk membaca isi Diary itu tapi saat ia membuka lembar demi lembar Emma tak menemukan tulisan apapun sampai pada tiga lembaran terakhir ia menemukan sebuah cerita yang berjudul "5 Anak nakal yang mendapat hukuman" Emma pun membaca cerita itu yang menceritakan lima orang anak sedang dihukumkarena mereka anak- anak yang nakal tapi dicerita itu tidak menceritakan siapa atau apa yang menghukummereka dan hukumannya empat orang anak itu harus memakai pita di leher mereka lalu mereka harus bergoyang/menari di depan banyak orang dan satu orang anak yang paling nakal hukuman nya ialah harus mencari memasukan tangan atau pun kaki ke dalam ember yang berisinya mereka diteror terlebih dahulu lalu diseret ke alam mereka dan dieksekusi.
Keesokan harinya Emma pun menjalani hari nya seperti biasa, bangun, mandi, sarapan dan ke sekolah seperti biasa, setelah bel istirahat berbunyi, Emma pun memutuskan untuk pergi ke kantin ramun Emma merasa ada yang janggal, dimana geng yang sering membullynya dan tak mau ambil pusing Emma pun tak lagi memikirkan tentang geng itu dan disaat setelah memesan makanan Emma pun memutuskan duduk di kursi kantin itu dan saat Emma ingin menikmati makanan nya tiba- tiba...
Brukkkkk...prangggggg
Suara benda jatuh dan itu adalah sebuah mayat yang tubuhnya sudah dikerubungi oleh serangga dan lalu disusul empat mayat lainnya dengan keadaan tergantung di bagian leher dan mayat itu tepat berada di meja yang digunakan oleh Emma, Emma yang kaget dan syok langsung terjungkal ke belakang dari kursinya semia orang yang melihatnya ada yang berteriak, ada yang memvideokanya lalu ada yang berlari memanggil guru dan lima mayat itu adalah mayat dari para pembully Emma tempo hari dan tanpa Emma ketahui buku diary yang ia bawa dari numah kosong itu langsung menghilang atau lebih tepatnya mencari pemilik baru.
Sebuah cerpen oleh Sultan




Comments